-

Sabtu, 02 Maret 2013

Tiga Dokter Terinfeksi HIV

Surabaya [zonaterkini] - Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga Surabaya menemukan tiga dokter diduga tertular HIV. Namun, belum diketahui kapan dan dengan cara apa mereka tertular

Terungkapnya adanya dokter terinveksi HIV disampaikan Ketua ITD Unair Prof Nasronudin saat melakukan hearing dengan DPRD Kota Surabaya. Temuan itu dilakukan pada tahun 2012 lalu.
  
Temuan dokter yang terinfeksi HIV ini bisa jadi angkanya akan lebih banyak lagi, jika dokter tak menaruh perhatian pada prosedur medis.
  
Karena pada prinsipnya, dengan menaati prosedur medis, sebenarnya dokter sudah aman dari ancaman penularan virus HIV.

"Kita belum tahu darimana terinfeksinya. Tapi yang jelas kasus itu benar-benar ada. Dan besar dugaan memang berkaitan dengan profesi mereka sebagai dokter,” katanya, Jumat (1/3).
  
Oleh karena itu Nasronudin menyarankan agar setiap dokter selalu memakai alat kewaspadaan universal yang sempurna. Sempurna artinya tak harus
lengkap sekali, namun sesuaikan dengan kebutuhan. Karena dokter dan tenaga paramedis lainnya termasuk dalam kelompok rentan tertular HIV.
  
“Kadang-kadang dokter memang kecolongan. Karena pada stadium awal pengidap HIV memang gejalanya tidak nampak, namun baru diketahui setelah
gejala makin keliatan," ujarnya.

Selain taat pada prosedur medis, kejujuran seorang pasien terinfeksi HIV sebenarnya juga mempunyai peranan. Karena jika sebelum dilakukan tindakan
medis, pasien mengaku jika ia mengidap HIV, maka dokter bisa melakukan langkah antisipasi agar tak tertular.
  
“Namun ini dilema juga. Kadang saya menanyakan kepada pasien kenapa tak menunjukkan surat rujukan. Mereka bilang, kalau saya menunjukkan rujukan,
saya takut tak akan dilayani dokter. Nah, ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi dokter dan masyarakat,” terangnya.
  
Selain mengingatkan tenaga paramedis untuk lebih taat prosedur, Nasronudin juga mengingatkan jika virus HIV ternyata masih mengancam
dalam kantong-kantong darah yang didistribusikan oleh PMI.

Menurut Nasronudin, selama ini PMI masih menggunakan screening antibody untuk mengetahui apakah seorang pendonor terinfeksi HIV atau tidak.
  
Padahal screening antibody ini tak cukup kuat untuk mendeteksi HIV. Karena HIV, jika penularannya masih berumur tiga minggu sampai tiga bulan atau yang sering disebut sebagai window periode, masih tak dapat dideteksi oleh screening antibody.
  
“Saran saya bagi para penerima donor, lakukan tes anti gen. Atau kalau ingin lebih akurat lagi lakukan tes virusload. Tes semacam ini bisa mendeteksi HIV yang masih masuk dalam masa window periode,” ujarnya. (Faishol Taselan/Adf/ztc)

sumber : Metrotvnews.com
Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?