-

Jumat, 08 Juli 2011

Saksi : Bohong, Kata Siapa Delon Dipukuli Masa

Tembilahan [zonaterkini] - Meski beberapa waktu lalu Kapolres Inhil AKBP Tri Julianti Djatiutomo membantah bahwa anggotanya tidak ada melakukan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Delon, Kamis pagi (07/7) seorang saksi mata yang menyaksikan kejadian tewasnya Delon, malah mengatakan fakta yang sebaliknya.

Kepada wartawan, MC (28) mengatakan bahwa awal terjadinya peristiwa  yang menewaskan Delon, diketahuinya bermula sekitar pukul 01.00 Wib dini hari Sabtu (02/07) tepatnya di depan sebuah kedai rokok yang ada di simpang Jalan Kartini seberang rumah makan Simpang Tiga Tembilahan.

Menurut MC, dengan sangat jelas ketika itu dia melihat ada empat orang anggota polisi berpakaian preman yang salah satunya adalah oknum polisi yang akrab dipanggil Gultom (Pelaku.red) , terlihat datang ke TKP dengan menggunakan sepeda motor dan singgah sebentar untuk menanyakan tentang keberadaan Delon.

Naasnya Setelah berselang satu jam, usai bertanya dan memberitahukan tentang dugaan aksi pencurian yang dilakukan korban, Gultom dan tiga rekannya pun pergi meninggalkan TKP. Dan hanya dalam hintungan menit, Delon dan rekannya Eno muncul dan seinggah di TKP.

“Tak lama Gultom pergi, korban dan Eno singgah di TKP untuk mengisi BBM.motor mio yang mereka tunggangi. Dan seingat saya waktu itu sekitar pukul 01.00 Wib dini hari ” ungkap MC.

Lanjutnya, belum lagi sempat motor korban di isi BBM, pada saat yang bersamaan saat itu secara tidak sengaja Gultom dan tiga rekannya lewat lagi dijalan tersebut. Karena melihat korban, mereka pun akhirnya singgah. Dan tanpa banyak berkata-kata, usai menanyai korban, saat itulah Gultom langsung melakukan aksi kekerasan nya.

“Setelah memukuli dan meninju Eno berkali-kali, sambil berkata “Kau ni juga Lon !!”
Gultom langsung meninju pada bagian mulut Delon sebanyak satu kali, Delon langsung tumbang . Yang kawannya betiga lagi cuma diam saja, cuma Gultom sendiri yang melakukan pemukulan itu.” Tegas saksi kepada zonaterkini.

Kepada wartawan, salah seorang keluarga korban, TM (34) juga menyampaikan, terkait isi surat  berita acara yang ada di tangan polisi, yang isinya menerangkan bahwa korban telah dianiaya oleh Massa, menurut nya adalah sebuah kebohongan yang sengaja diciptakan oleh pelaku yang sudah merasa sangat ketakutan, sehingga akhjirnya dia menghalalkan segala cara.. Semantara itu, tentang tiga nama yang katanya ikut menandatangani berita acara penyerahan, menurut TM, itu juga adalah nama-nama yang tidak bertuan alias hanya bersifat fiktif belaka.

“Saya yakin berita acara yang berisi kebohongan itu sengaja di buat oleh oknum tersebut, kotor sekali cara mainnya. Kepada para pemimpin yang ada di Polres saya hanya menyampaikan tolonglah buka mata” tutur TM mengakhiri ucapannya. (**dri.ztc)

Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?