-

Sabtu, 30 Juli 2011

Bagaimana Kalau Ibu Tak Paham Kehamilan?

zona Lifstyle - Apa yang terjadi kalau ibu belum memahami tentang masalah kehamilan. Ternyata banyak juga ibu yang tak paham soal itu. Itulah yang diungkapkan pakar obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Bersalin Kusuma Semarang dr. Retno Kusumaningrum.

"Mulai dari pola makan, makanan-makanan apa saja yang harus dihindari sesuai dengan usia kehamilan, sampai pentingnya air susu ibu (ASI) bagi tumbuh kembang bayi," katanya, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/7).

Ia mencontohkan jenis makanan yang harus dihindari ibu hamil. Antara lain makanan yang berpengawet, makanan kategori junkfood, dan fastfood. Namun, belum tentu setiap ibu hamil mengetahui hal itu.

"Hati-hati dengan makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) atau mononatrium glutamat (MNG). Keduanya sebenarnya sama, namun produsen makanan sekarang sering mengganti istilah MSG dengan MNG," katanya.

Makanan yang mengandung MSG atau MNG, misalnya mie instan. Namun jika terpaksa mengonsumsi sebaiknya diambil minya saja. Sedangkan bumbunya dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang alami.

"Jangan pula mengonsumsi makanan yang berisiko mengandung logam berat atau merkuri, seperti kerang. Kandungan logam berat pada kerang bisa disebabkan tercemarnya air laut dari limbah pabrik," katanya.

Menurut dia, ada pula pemahaman yang keliru di masyarakat bahwa ibu yang hamil muda justru dibatasi pola makannya. Padahal usia kehamilan muda merupakan saat organogenesis, yakni pembentukan organ tubuh.

"Saat hamil muda, jangan terlalu dibatasi makanannya, misalnya jangan makan es krim. Kenapa dilarang? Daripada si ibu tidak makan apa-apa, sebab saat hamil muda biasanya si ibu susah makan," katanya.

Berbeda dengan usia kehamilan yang sudah tua, konsumsi es krim memang harus dihindari karena memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

Terkait edukasi kehamilan, ia menjelaskan peran bidan dalam memberikan edukasi kehamilan pada masyarakat, terutama kaum ibu sangat besar. Sebab, tak semua ibu hamil yang memilih memeriksakan kehamilannya ke rumah sakit (RS) atau dokter.

Karena itu, RSB Kusuma Semarang akan menggelar simposium bidan bertema "Kesehatan Reproduksi" pada 30 Juli 2011 yang bersifat gratis. Kegiatan ini ditujukan bagi para bidan yang ada di seluruh Kota Semarang.

"Dalam simposium itu akan dibicarakan banyak hal seputar kehamilan, seperti menyusui secara aman meski mengikuti program Keluarga Berencana, mengenali tumbuh kembang anak, dan sebagainya," katanya.

Simposium tersebut merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 RSB Kusuma Semarang dengan tema besar "We Care Mother and Child", sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak.(**ztc)

Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?