-

Sabtu, 11 Juni 2011

AJI Perwakilan Inhil Kecam Arogansi Pembantu Rektor I UNISI

Tembilahan [zonterkom] - Sikap arogansi Pembantu Rektor I Universitas Islam Indragiri di Tembilahan Inhil-Riau, DR Ririn Handayani, yang mengatakan seorang wartawan tidak mengerti Kode Etik Jurnalistik saat dirinya dimintai keterangan tentang seputar isu miring yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut, sungguh sangat disesalkan oleh sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Inhil.

Seorang fungsionaris AJI perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir M Faisal, secara tegas mengecam sikap arogan Pembantu Rektor I Universitas Islam Indragiri, DR Ririn Handayani tersebut. Pasalnya, menurut Faisal sikap yang ditunjukan DR. Ririn adalah perbuatan yang merupakan bentuk dari pelecehan terhadap profesi wartawan di Inhil.

Kepada zonterkom Faisal mengaku bahwa sebenarnya apa yang dilakukan wartawan bersangkutan ketika melakukan konfirmasi seputar isu miring yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut dianggap sudah tepat dan memenuhi prosedur, Jumat, (10/06)

"Sikap yang ditampilkan oleh Ririn sungguh bukanlah cerminan  seorang yang berpendidikan tinggi, dia kan sudah S3, Meskinya kalau memang isu SMS yang juga masuk ke HP rekan-rekan wartawan itu tidak benar, silahkan dibantah. Bukannya malah mengatakan wartawan yang melakukan konfirmasi tidak mengerti kode etik jurnalistik" tutur Faisal dengan nada kesal.

Dikatakan nya lebih lanjut, apalagi dari pengakuan DR Ririn Handayani yang mengaku pernah menjadi wartawan hingga 10 tahun, tentunya dengan pengalaman yang sudah begitu banyak ia seharusnya lebih mengerti dengan kode etik dan UU jurnalistik.

"Tapi dari sikap arogan yang ditampilkan saya yakin 100 persen yang bersangutan sebenarnya buta sama sekali terkait kode etik maupn UU Jurnalistik. Masak wartawan ingin mengkonfirmasi dan melakukan kroscek terkait kebenaran isu tersebut yang bersangkutan malah marah dan menuding wartawan dengan ucapan seperti itu," ucap Faisal lagi.

Peristiwa yang sangat disesalkan oleh sejumlah wartawan ini sebelumnya terjadi seberapa hari lalu, Kamis (09/6). Ketika itu salah seorang waratawan dari sebuah media online yang bertugas meliput di wilayah Inhil mencoba menghubungi melalui telpon selular nya, guna untuk melakukan konfirmasi serta kroscek seputar persoalan beredarnya isu miring yang terjadi di dalam Lembaga Universitas Islam Indragiri Tembilahan tersebut.

Namun apa yang diharapkan sang wartawan ternyata sungguh berbeda, dengan nada lantang dan suara tinggi ketika itu DR Ririn Handayani malah langsung marah dan mengatakan wartawan tersebut tidak mengerti kode etik jurnalistik.

"Anda mengerti kode etik jurnalistik tidak, saya ini sudah lebih dari 10 tahun juga pernah menjadi wartawan. Tolong sebelum menulis berita itu di kroscek dulu kebenarannya, jangan main asal tulis saja ketika menerima informasi. Itu semua tidak benar, saya tidak pernah berbuat seperti yang dituduhkan," tegas  Ririn dengan nada sedikit tinggi (**inc/dri.ztc)
Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?