-

Rabu, 09 November 2011

Guru di Pekanbaru Terserang Penyakit Aneh

ilutarsi

Pekanbaru [zonaterkini] - Sejak tiga minggu lalu, Hera sudah tidak datang lagi ke sekolah. Ia adalah wali kelas II di SD 014 Tenayan Raya.  Bukan karena sedang libur sekolah atau sedang malas, Hera ternyata menghindari terkena sinar matahari langsung. Pasalnya, penyakit aneh yang dideritanya tidak memungkinkan ia terkena sinar matahari langsung.

"Saya tidak masuk sekolah karena ingin sembuh dan sesuai saran dari dokter," kata Hera.


Perempuan bernama lengkap Herawati ini, menderita penyakit langka yang diberinama Lupus. Selama tiga bulan terakhir, perempuan berusia 32 tahun ini berjuang untuk selamat.

Diketahui, penyakit ini hanya menyerang satu orang dari 10 ribu perempuan di dunia. Belakangan, penyakit ini diketahui bernama Lupus.

Saat Tribun menyambangi Hera ke rumah kediamannya, Hera terlihat hanya bisa terpaku dan bersabar dengan kondisi yang dialaminya.

Ia tidak bisa berbuat banyak, karena tidak memiliki uang untuk berobat ke luar negeri atau ke rumah sakit terkenal di Indonesia. Untuk berobat ke RS Santa Maria saja, dengan biaya sekali berobat Rp 600 ribu, ia harus hutang sana sini.

Dari penuturan Hera kepada Tribun, penyakit langka itu ia alami awal bulan Agustus lalu. Pertama penyakit itu menggerogoti tubuhnya, tumbuh di tangan kanan dan kirinya seperti jerawat batu namun tidak berair, makin lama makin banyak. Saat itu ia datang ke dokter umum, kata dokter itu hanya alergi terhadap air.

Belum sembuh yang di tangan, kemudian tumbuh punggung, meluber ke dada naik ke wajah dan terakhir merambat ke kakinya. Di tangan membentuk bunga kembang sebesar koin Rp 1000, sedangkan di wajah berbentuk butterfly rash, kalau dipunggung bulat lonjong dan begitu juga di dada.

Semakin melubernya penyakit itu ke seluruh badan Hera, Hera khawatir dan kemudian berobat ke RS Santa Maria. Awalnya dirujuk ke dokter umum, kemudian dirujuk ke dokter spesialis kulit, namun kemudian dirujuk lagi ke dokter spesialis penyakit dalam.

"Dari bentuk jerawat itu, kemudian berbentuk timun masak, bersisik. Akan gatal bila tidak mandi pada sore haru. Setelah diperiksa dokter di Santa Maria, berdasarkan analisis dokter dan hasil labor, dokter penyakit dalam menyimpulkan penyakit yang saya derita bernama Lupus (menyerang imunitas).

Kata dokter itu, penyakit ini penyakit langka, dari 10 ribu perempuan produktif di dunia, hanya satu kemungkinan akan terkena," ungkap Hera.

Setelah diketahui nama penyakit itu, menurut Hera, dokter menyarankan kepadanya supaya pengobatan harus rutin, lama dan ia harus bersabar. "Kata dokter, penyakit ini akan bertambah parah bila terkena sinar matahari.

Sekali berobat habis Rp 600 rupiah, dan diberi obat tiga macam untuk dua minggu, yang harus dimakan tiga kali sehari. Sejak mulai berobat hingga sekarang, sudah habis Rp 15 juta lebih. Sebagian uang itu dari tabungan, sedangkan sebagiannya mengutang ke sana sini," jelas anak ketiga dari empat bersaudara ini. (**ztc)


sumber : tribunnews.com
Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?