-

Selasa, 13 September 2011

Kabut Asap Akibat Karhutla , Warga Belum Dapat Masker

Tembilahan [zonaterkini] - Akibat Karhutla di perbatasan Indragiri Hilir-Indragiri Hulu itu, kabut asap tebal menyelimuti Indragiri Hilir, khususnya di Kota Tembilahan. Padahal, dua hari terakhir hujan sempat menguyur Kota Tembilahan sekitar dua jam lamanya.

Ode, pemilik kebun sawit yang terbakar menceritakan, sudah tiga minggu, Karhutla di Desa Bayas Jaya semakin meluas. Upaya yang dilakukan warga sejak seminggu terakhir dengan menyemprotkan air dengan mesin sia-sia karena api terus meluas. Bahkan, sekitar 300 meter lagi, api akan sampai di pinggir jalan lintas provinsi yang menghubungkan Tembilahan-Rengat.

“Kondisinya semakin parah, lautan asap terlihat di mana-mana. Sumur yang digunakan warga untuk memadamkan api sejak seminggu ini juga sudah kering. Tapi asap tebal terus menyelimuti ratusan hektare lahan sawit, sehingga warga mengalami kerugian yang cukup besar,” kata Ode, seraya mengatakan hujan belum ada turun di Kecamatan Kempas.

Disebutkannya, beberapa hari terakhir ada bantuan dari pemerintah daerah dan perusahaan untuk memadamkan api. Namun, pada Minggu (11/9) tidak lagi terlihat di lapangan. Warga hanya pasrah dan berdoa supaya kebakaran itu segera berakhir.

“Akibat kabut asap ini, warga terserang batuk dan sesak nafas, khususnya anak-anak. Kami berharap musibah ini segera berakhir,” katanya.

Tambah Parah

Camat Kempas, Sugianto mengakui Karhutla di Desa Bayas Jaya bertambah parah. Diperkirakan jarak kebun yang terbakar dari jalan lintas sekitar 300 meter. Disebutkannya, selain telah dilakukan upaya pemadaman dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil dan perusahaan, tim Karhutla dari Pemkab Inhil juga telah meninjau areal kebakaran tersebut.

“Akibat tidak adanya jalan masuk menuju lokasi, mobil pemadam kebakaran yang direncanakan akan membantu memadamkan api batal didatangkan. Kalau diprediksikan, sekitar 800 hektare lahan yang terbakar di Kecamatan Kempas,” katanya.

Dari Areal Perusahaan

Terkait dugaan dari warga bahwa sumber api berasal dari perkebunan milikPT ASI, Camat mengaku tidak mengetahui hal itu. Dari informasi yang diterima, semua perusahaan yang memiliki lahan di Desa Bayas Jaya sudah produksi dan tidak ada yang membuka lahan baru.

“Kalau sumber api saya tidak tahu, tapi semua perusahaan yang memiliki lahan di sekitar desa Bayas Jaya sudah produksi dan tak ada yang membuka lahan baru,” katanya.

Kepala BLH Inhil, T Edy Efrizal mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti serta mengumpulkan keterangan dari warga dan pemilik kebun serta perusahaan terkait sumber api di Bayas Jaya. Selain itu, pihaknya telah menyurati Dinas Kehutanan dan Perkebunan supaya bekerja sama untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Hari ini, (Senin 12/9), tim Karhutla Pemkab Inhil turun ke lapangan untuk mengumpulkan informasi,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan satelit NOAA Jumat (9/9), di Inhil terpantau sebanyak 19 titik api, namun karena ada hujan pada Sabtu (10/9), tidak terlihat lagi adanya titik api di Inhil.

“Informasi dari tim yang turun langsung ke lapangan, tim pemadam dari PT ASI, PT RBH dan PT SRL masih melakukan upaya pemadaman menggunakan mesin robin, terutama di lahan Desa Teluk Bagus Kempas karena di daerah itu titik api yang paling besar terpantau," jelasnya.

Belum Bagikan Masker

Sementara Dinas Kesehatan Inhil menyatakan belum membagikan masker kepada warga karena dasar pembagian masker itu adanya pernyataan dari BLH mengenai kualitas udara sudah tidak sehat.

“Jika BLH menyatakan kualitas udara tidak sehat. Kita segera membagikan masker. Sejauh ini, hal itu belum disampaikan kepada kita,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim seraya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk menyediakan masker sebanyak 75 ribu untuk Inhil.

Disebutkannya, hingga Minggu (11/9), pihaknya belum menerima data dari rumah sakit dan puskesmas di Inhil terkait warga yang terserang penyakit inpeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat kabut asap tersebut. (**ztc)


sumber: INILAH.COM
Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?