-

Selasa, 09 Agustus 2011

Nazaruddin Pulang Mengusir Dusta

foto by MICOM
zonaterkini - Pelarian Muhammad Nazaruddin berakhir di Cartagena, Kolombia. Interpol, Minggu (7/8) malam, membekuk mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang selama dua bulan lebih meracuni kredibilitas lembaga dan para tokoh terkemuka di Tanah Air.

Setidaknya dua lembaga yang menderita kredibilitas akibat nyanyian Nazaruddin. Pertama Partai Demokrat dan kedua Komisi Pemberantasan Korupsi yang kredibilitasnya merosot menjadi 41,6% di mata publik.

Rekan-rekan Nazar di Partai Demokrat seperti Ketua Umum Anas Urbaningrum, anggota DPR Angelina Sondakh, Benny Kabur Harman, Mirwan Amir, dan Menpora Andi Mallarangeng ialah orang-orang yang sangat terusik oleh ulah Nazar. Komisioner KPK Chandra Hamzah dan Deputi Penindakan Ade Raharja serta jubir Johan Budi bahkan digugurkan panitia seleksi yang mencari pimpinan KPK periode mendatang.

Jangan lagi bertengkar soal bagaimana dan mengapa Nazaruddin lari. Penangkapan Nazar menjadi momentum bagus untuk mendudukkan perkara pada tempatnya. Selama ini orang-orang yang dituduh bekerja sama menggerogoti keuangan negara melalui proyek pemerintah selalu berkelit bahwa tudingan Nazar harus dibuktikan di KPK.

Nah, sekaranglah saatnya membuktikan sejujur-jujurnya melalui hukum siapa sesungguhnya berdusta. Nazaruddin ataukah orang-orang yang disebut Nazaruddin sebagai tokoh yang menentukan korupsi bersama-sama itu.

Juga Nazar bisa menjelaskan mengapa dia pergi, bagaimana dia lolos cuma sehari menjelang dicekal KPK, lalu bagaimana seorang penderita sakit jantung bisa leluasa ke mana-mana sampai ke Cartagena.

Bagi KPK, inilah momentum mengembalikan kepercayaan publik yang sudah anjlok. KPK harus membuka semua praktik korupsi yang dilakukan Nazar melalui perusahaan dan kelompoknya tanpa takut kepada siapa pun.

Ini juga menjadi kesempatan emas bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang menghadapi pesimisme publik tentang komitmennya sebagai panglima perang melawan korupsi. SBY harus menjamin tidak seorang pun patut dilindungi bila terlibat dalam sindikat Nazaruddin.

Nazaruddin memegang kunci kotak pandora korupsi politik di Indonesia. Dia harus membuka semuanya. Inilah bakti seorang warga negara yang telah malang melintang mengeruk uang negara melalui persekongkolan bendera bisnis dan bendera politik.

Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?