-

Minggu, 13 Februari 2011

1,8 Kg Emas Ditukar 2 Ikat Daun Singkong

Malang [zonterkom] - Toko Emas Amanah di Pasar Singosari, Kabupaten Malang, dibobol sekawanan pencuri, Sabtu (12/2/2011) dini hari. Pelaku membawa lari 1,8 kilogram emas muda dari toko yang menempati lapak nomor B16 itu.

Pencurian tersebut baru diketahui oleh penjaga toko, Nur Toyani (39), sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut Toyani, saat hendak membuka toko, ia menyadari empat gembok yang digunakan untuk mengunci rolling door toko, sudah raib.


“Begitu tahu gembok itu hilang, saya tidak berani buka toko. Saya lalu lapor majikan saya,” kata Toyani.

Mendengar laporan Toyani, pemilik Toko Emas Amanah, Muhammad Taufik (46), langsung lemas. Selama belasan tahun berbisnis emas, baru kali ini pria yang tinggal di Jl Soponyono, Singosari ini mendapat kabar yang paling tidak ingin didengar oleh para juragan perhiasan emas. Apalagi saat ini Taufik tengah membangun kembali keberuntungannya dalam bisnis jual beli emas, setelah tahun 2008 lalu tokonya sempat bangkrut.

Dia pun harus merelakan hampir seluruh barang dagangannya yang berupa cincin dan kalung emas kualitas nomor dua itu raib. Pelaku menguras habis isi brankas Taufik, berupa 1,8 kilogram emas, serta uang tunai Rp 3 juta. Dengan rata-rata harga emas muda yang mencapai Rp 150.000 tiap gramnya, maka Taufik diperkirakan kehilangan emas senilai Rp 270 juta lebih.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), tim identifikasi Polres Kabupaten Malang menemukan hal menarik. Entah apa latar belakangnya, pelaku meninggalkan dua ikat daun singkong.

”Mungkin pelaku menyamar jadi orang kulakan sayur, mengingat hal itu yang jadi aktivitas pasar saat dini hari,” kata Iptu Arif Ardiansyah, Kepala Unit I Satreskrim Polres Malang, mengomentari temuan itu.

Sejumlah barang di dalam toko juga berpindah posisi. Kipas angin dan tape deck milik Taufik yang semula ada di atas brankas, berpindah ke atas etalase.

Brankas sendiri ditemukan dalam kondisi terbuka, namun tidak rusak. Itu artinya, pelaku punya keahlian dalam membuka brankas. Menyadari hal itulah, Iptu Arif juga menduga bahwa pelaku lebih dari satu orang. ”Untuk membuka brankas, perlu ketenangan. Bisa jadi ada pelaku yang berperan mengawasi keadaan sekitar,” katanya.

Terkait brankas yang bisa dibuka pelaku tanpa merusaknya, Taufik mengaku belum berpikiran untuk mencurigai seseorang. Termasuk mencurigai karyawan Toko Emas Amin yang juga milikinya, tempat ia menitipkan kunci toko sehari-hari.

Sementara tiga penjaga pasar yang berjaga dini hari, Musiri, Suwaji dan Miskan, tak kalah terkejutnya. Menurut mereka, sejak menjaga pukul 17.00 – 05.00 WIB, tak menemukan aktivitas mencurigakan dalam pasar.

Namun sejumlah pedagang yang berkerumun di sekitar TKP, sempat rasan-rasan soal aturan pengamanan di pasar tersebut. Menurut mereka, petugas keamanan terlalu menolerir aktivitas bongkar muat barang saat pasar tutup. ”Aturannya seharusnya tidak boleh. Kalau pintu dibuka, itu kan bisa saja dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” keluh seorang penjual pakaian yang mengaku bernama Ny Warni. (sumber TRIBUNNEWS.COM)
Artikel Terkait
My Popularity (by popuri.us)
Internet Blogs Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.NetSex Free Porn Video Porno
Internet Blogs bloglog
Free Automatic Backlink 1000 Backlinks Free 100K Backlinks Backlinks Center Free SEO Backlinks Instant Backlinks SEO Bookmarks Dofollow Backlinks Premium Backlinks Top SEO Backlinks

PESAN DARI PENGUNJUNG

 

Ingin Berlangganan. Ketik email Anda di Bawah Ini:

Delivered by FeedBurner

Mau Web Kamu Kebanjiran Duit?